2. Terjun Ke Dunia Creator
2. Terjun Ke Dunia Creator Melihat kepingan ingatan tampak seperti bagian puzzle. Gambar tersebut terlihat seperti kotak kayu coklat kehitaman. Semakin dipikirkan membuatku mengangkat alis dan menghela napas karena lelah, tidak tahu maksud dari kepingan tersebut. Hari mulai sore, sebaiknya aku pulang. Berjalan kaki menuju gerbang sekolah. Akhirnya sampai juga rumah yang sederhana dengan dua tingkat. Rumah Early yang di bangun dengan hasil uangnya sendiri. Saat masuk rumah ada lelaki paruh baya berdiri di depan koridor pintu untuk menyambut kedatangan Ku. Dia adalah Silfester, pelayan yang selalu melayani Early dari kecil hingga sekarang. Memiliki ciri khas rambut hitam dengan model belah tengah dengan bentuk yang ikal lalu sedikit acak bagian depan dan rambut panjang yang diikat. Lalu wajahnya mulus dan kecil, rahang yang tajam berbentuk V, hidung yang ramping lalu batang hidung tinggi, bibir merah merona berbentuk hati, mata berwarna aquamarine terkena pantulan cahaya la...