2. Terjun Ke Dunia Creator
2. Terjun Ke Dunia Creator
Melihat kepingan ingatan tampak
seperti bagian puzzle. Gambar tersebut terlihat seperti kotak kayu coklat
kehitaman. Semakin dipikirkan membuatku mengangkat alis dan menghela napas
karena lelah, tidak tahu maksud dari kepingan tersebut.
Hari
mulai sore, sebaiknya aku pulang. Berjalan kaki menuju gerbang sekolah.
Akhirnya sampai juga rumah yang sederhana dengan dua
tingkat. Rumah Early yang di bangun dengan hasil uangnya sendiri. Saat masuk
rumah ada lelaki paruh baya berdiri di depan koridor pintu untuk menyambut
kedatangan Ku.
Dia adalah Silfester, pelayan yang selalu melayani Early
dari kecil hingga sekarang. Memiliki ciri khas rambut hitam dengan model belah
tengah dengan bentuk yang ikal lalu sedikit acak bagian depan dan rambut
panjang yang diikat. Lalu wajahnya mulus dan kecil, rahang yang tajam berbentuk
V, hidung yang ramping lalu batang hidung tinggi, bibir merah merona berbentuk
hati, mata berwarna aquamarine terkena pantulan cahaya lampu seperti melihat
lautan biru juga memiliki kelopak mata ganda, kulit putih porcelain tampak
lebih bersinar lagi. Belum lagi tubuhnya, bahu yang menonjol, tinggi 1,84m. Kharismanya
yang membuat para kaum hawa disekitarnya terpikat. Tidak suka memakai pakaian
formal karena menyusahkan.
“Silakan, nona.” Memberikan handuk hangat kepada Early.
Dia tidak tampak seperti pelayan biasa yang memakai
pakaian pelayan. Pakaian santai yang tampak jadi berkelas tidak membuatnya
terlihat seperti pelayan.
“Terima kasih, oppa.” Senyum semeringai.
Terima kasih menjadi oppa ku, bahagia sekali melihat
lukisan hidup setiap pulang ke rumah.
“..ru..mah…” bergumam.
Ibu dan adik pasti mengkhawatirkanku.
Silfester melihat wajah sedih Early, mengingatkan
dirinya akan masa kecil yang hanya sendirian di rumah.
“Anda pasti lelah. Segera saya siapkan air panas untuk
anda, nona.”
“Terima kasih, oppa.” Tersenyum.
Setelah melihat oppa berjalan
menuju lantai 2, aku jongkok sambil memegang handuk hangat itu ke wajah.
Mengingat masa di mana diriku pulang ke rumah, di sambut oleh ibu dan adik.
Makan bersama dan bercerita soal kegiatan luar.
“Air panas sudah siap nona.” Menyentuh
bahu Early dengan hangat.
Early sedikit terkejut, lalu
menatap oppa.
Saat Early pertama melihat
Silfester, Dia mengira bahwa lelaki paruh baya ini adalah Oppa Lee Dong Wook.
Tapi setelah mengalami kejadian sebelumnya, hanya bisa diam. Dan mencoba untuk
biasakan diri di dunia FPP.
“Hari ini kita makan bersama
juga, oppa.” Tersenyum.
Silfester sempat terdiam sejenak
pun membalas segera senyum Early.
“Hari ini aku ingin melihat wajah
oppa.”
Silfester raut wajahnya berubah
menjadi sedikit bingung.
Aduh, aku salah bicara. Dengan
cepat Aku berdalih.
“Hari ini aku tidak ingin makan
sendiri, jadi melihat wajah oppa membuatku segar kembali. Kalau begitu aku ke
kamar dulu.” Pergi ke lantai dua.
Di ruangan
persegi yang cukup luas berwarna putih dengan pintu berwarna hitam. Ada satu
kasur ukuran queen, sudah satu set dengan meja belajar yang memiliki rongga
untuk menyimpan buku atau barang lain, satu rak buku besar, dan lemari kecil di
samping kasur semua warnanya hitam.
Selain itu
ada jendela berbentuk setengah lingkaran dengan sandaran di sekililingnya, lalu
tirai berwarna putih susu dilapisi tirai tipis berwarna hitam, memiliki sofa
empuk dan bantal kecil seperti balok catur hitam putih, sisi kiri dan kanan ada
boneka kelinci berwarna hitam dan putih yang memakai pita merah di lehernya. Di
bawah kasur ada lemari untuk penyimpanan barang. Di sanalah aku berbaring
dengan menutup mata sambil memeluk boneka kelinci hitam.
Kamar ini
tidak memiliki lemari baju karena ada ruangan satu lagi yang terhubung dengan
kamar tidur ini, yaitu kamar mandi dan ruang ganti. Di ruangan tersebut
memiliki lemari tanam yang besar, satu cermin besar, satu lemari aksesoris di
tengah ruangan, satu sofa besar.
Walau
kamarnya bukan gaya ku, tapi ini cukup nyaman. Dan ruangan ini selalu bersih.
Early pun
segera bersiap setelah beristirahat beberapa menit.
Melihat isi
lemari baju.
Terkadang
aku tidak habis pikir dengan isi kepala pembuat cerita ini. Apa harus semua
pakaiannya harus bertema kelinci.
Lucu sih,
tapi apa umur segini masih cocok untuk ku?
“Oh iya, aku
masih 15 tahun.”
Setelah lama
memilih baju tidur, aku menuju ruang makan.
Terlihat
silfester menungguku di bawah. Mimpi apa diriku memiliki pelayan tampan seperti
ini. Jika saja dia masuk dalam target cinta Early, tentu saja aku akan
memilihnya sebagai pendampingku.
Silfester melihatku lalu mengangguk pelan dan senyum
hangat dibibir merah merona.
Kami pun makan bersama di ruangan meja makan. Walau
berdua tapi rumah ini hangat.
“Aku kenyang sekali” duduk di sofa sambil memeluk
bantal.
TRING~
Sebuah tablet misi keluar.
“Tidakkah aku diberi waktu untuk istirahat setelah
makan?”
Layar Tablet Misi “Tingkatkan kepercayaan anggota
BLACK”. Hadiah yang diberikan 1000 EMAS dan 300 PESONA, jika gagal akan mengurangi 1 tingkat PESONA. Batas waktu 24 jam.
Penjelasan
untuk para pembaca. Dalam dunia FPP, karakter diberikan sebuah level tingkat 0
sampai 5.
Dalam
tingkatan ada tiga macam status yaitu
Pesona, Tempur, dan Pertahanan.
Sedangkan EMAS adalah mata uang untuk membeli sesuatu
toko sistem.
“Status.”
Layar Tablet muncul. Early melihat status point Pesona tingkat 1, Tempur tingkat 0.
Early menghela napas.
Sungguh menyedihkan. Bagaimana cara ku bisa menaikan
tingkat tempur agar bisa menjaga diriku.
Setelah menikmati hidangan tersebut, Early bergegas
mengganti bajunya dan pergi ke luar.
“Selamat jalan, nona.” Membungkuk sedikit.
“Aku akan segera kembali.”
Silfester berdiri
melihat Early keluar.
Early
berjalan ke pinggir jalan kota, melewati lorong, ke arah taman belakang bangunan
yang tidak terurus. Bangunan ini dipakai oleh kelompok JINGGO terdahulu. Nama
kelompok tersebut diganti BLACK karena mengikuti naskah yang ku ingat.
Seperti
mau melayat saja.
Meski
tanpa adanya perlawanan melainkan sebuah kesepakatan oleh ke tiga pihak, Aku
menjadi ketua dari kelompok itu.
Sambil jalan Early bergumam.
“Bagaimana cara menambah kepercayaan mereka? Aku
harus mengingat isi naskah tersebut.”
Saat memasuki ruang, terdengar suara tawa anak-anak.
Hmm.
. . Aku memang ketua mereka, tapi . . .
Anak-anak
tertawa dan mengelilingi seorang. Terlihat tubuhnya tampak terlatih, memiliki
bahu menonjol dan tinggi sekitar 1,78cm. Memiliki penampilan dengan gaya rambut
hitam pekat dengan rambut pendek agak keriting, memiliki wajah kecil dengan
rahang V dan tajam, mata yang besar tampak polos, bola mata hitam, kelopak mata
ganda, batang hidungnya tinggi, bibir berbentuk hati dan kulit porcelain. Sangat
suka memakai pakaian yang selalu menutup tubuhnya. Dialah Kuro Usagi, mantan
wakil ketua dan pembuat kesepakatan.
Aku merasa tampak kecil saat berhadapan dengannya.
Kuro itu jika diperhatikan lebih dengan baik, Dia
memang tampan.
“Hi, Early.” Mengelus kepala Early.
Aku
terkejut, tiba-tiba kepalaku dielus oleh seseorang. Alasan pertama kenapa mode tempurku
tidak bekerja dengannya.
Pemuda
ini adalah wakilnya sekaligus teman masa kecilnya.
Rambut
ini mulai berantakan berkat tangan Mikriyu yang besar.
Warna hitam
berpadu toska di ujung rambutnya tergerai lembut karna angin. Warna mata seperti
batu zircon hijau, sangat indah dipadukan dengan senyuman lebar di bibirnya.
Mikriyu tokohnya mirip seperti
Yook Sung Jae. Walau kami pernah berkerja sama dalam dunia hiburan, kami tidak
memiliki hubungan yang sedekat seperti teman masa kecil. Jadi aku merasa
canggung ketika dia bersikap sangat dekat denganku.
Salah
satunya seperti sekarang, aku merasa terganggu lalu menyingkirkan tangannya. Di
selah itu aku tidak sengaja melirik ke arah Kuro.
Kuro yang daritadi
melihat ke arah Early melemparkan senyum nakalnya.
TRING!
Sebuah misi keluar di depan mata Early.
Early langsung melangkah mundur yang membuat
dirinya di tangkap oleh Mikriyu.
“Kamu tidak apa-apa?” wajah khawatir.
“Tidak apa-apa, terima kasih.” Berdiri
kembali. “Tetap saja tidak terbiasa dengan kemunculan tabel yang tiba-tiba.”
“Kemunculan tabel?” memandang Early dengan
wajah bingung.
“Bukan apa-apa. Kamu salah dengar.” tersenyum.
Misi tersebut berisi hal yang membuatku terkejut
untuk ke dua kalinya.
“Wo. .woah . . .”segera menutup mulut.
Layar Tablet Misi Tersembunyi “Menarik perhatian
Kuro Usagi”. Hadiah yang diberikan 5000 EMAS, 1000 PESONA, dan kepingan ingatan Early. Jika gagal akan mengurang 1 tingkat
PESONA. Batas waktu satu hari.”
Misi
tersembunyi lagi? Tapi jika gagal bukan mati, melainkan turunkan 1 tingkat.
Lebih baik turun tingkat daripada misi yang sebelumnya.
Meski begitu, Aku harus selesaikan misi ini.
Early melihat isi misi tersebut sampai menyipitkan matanya.
Misi apaan ini? Menarik perhatian Kuro Usagi? Aku
menghela napas. Apa daya, ini adalah cerita berjenis kisah cintah. Aku juga sering
syuting drama seperti ini sih, harusnya bisa ku gunakan keahliaanku di dunia
ini juga.
Ketegangan yang mencekam dalam ruangan tersebut
membuat anak-anak merinding. Kuro menerima tatapan tajam itu dengan melempar
senyum yang membuat Early takut.
“Lama tidak bertemu, kelinci kecil.”
Jantung Early berdegup kencang. Walau
begitu Dia mencoba untuk tetap tenang.
Pasti ini bisa kuhadapi, sama seperti
saat diriku memerankan peran sebelumnya. Aku saat ini adalah Early Crystally
Frozen dan saat ini ada seorang pria tampan datang menghampiriku.
Langkah Kuro mengarah pada Early.
“Ada urusan apa kamu ke sini?” tegas.
Langkah Kuro semakin dekat dengannya.
Ke…kenapa dia mendekat?
“Tidak perlu datang sedekat ini untuk
menjawab pertanyaanKu.” keringat bercucuran.
Kuro yang tidak perduli dan terus
melangkah ke arahKu. JantungKu semakin berdetak kencang saat Kuro berada di
depan mata. Jaraknya hanya sekitar panjang lenganKu. Aku memberanikan diri
menatap tajam Kuro. Kuro membungkukkan badannya sedikit.
“Pfft!” suara salah satu anak-anak.
“Ha-ha-ha…” aku tertawa menyindir.
Aku merasa diriku sangat pendek di
depan mata mereka.
“Ini.” Memberikan susu pisang.
“A-apa ini?” bingung.
Early melihat susu pisang yang
terlihat menggoda. Kuro melihatnya dengan tersenyum.
Seseorang datang menyela.
“Berikan padaku saja.” mengambil susu
dari tangan Kuro.
Ah, tidak susu pisang!
Kuro langsung menarik kembali susunya
dan menatap tajam pada Mikriyu.
“Ha-ha, aku hanya ….”
“Ambil dan jangan banyak bertanya.”
menyerahkan susu pisang ke tangan Early.
Saat itu aku melihat sinar di belakang
Kuro, dia seperti malaikat.
Melihat Early hanya menatapnya tanpa
melakukan apapun, kepala Kuro mengarah telinga kiri Early dengan berbisik
lembut.
“Selamat menikmati, kelinci kecil.”
berbisik.
Early langsung menutup telinga kirinya
dan mundur. Wajah memerah tampak seperti kepiting rebus. Anak-anak yang melihatnya
pun terkejut. Inilah alasan kenapa selama ini Aku selalu mengontrol diri untuk
menghadapi pria tampan yang menjadi lawan mainKu. Dan kali ini Aku tidak akan
kalah.
Aku tidak boleh kalah!
“Se-sejak kapan kelinci kecil mu?”
berbisik.
Kuro tersenyum.
“Kamu lupa dengan kejadian sebelumnya?”
“Se…belum…nya?”
berpikir.
Apa maksudnya saat pertama kali aku
berada di dunia ini?
Sebulan yang lalu.
Kim So Hyun sedang membaca naskah FPP
sambil duduk di kursi gantung favoritnya dengan boneka kelinci besar di samping.
Dia berhenti membaca untuk minum botol pokari cweet yang ada di sampingnya.
Setelah itu kembali membaca naskahnya Ia mulai mengantuk.
“Aku akan
tidur sebentar.”
Kim So Hyun pun tertidur dengan lelap sambil memegang naskahnya
didada.
Dunia dimensi.
Kim So Hyun ketika menutup matanya tiba-tiba berada ditempat
yang serba putih tidak tampak ada ujung pada ruangan tersebut.
Huh? Ini di mana?
“Halo, apa ada orang?” mencoba berteriak. “Apa aku sedang
bermimpi?”
Sebuah tulisan muncul di depannya. Selamat datang di dunia ciptaan
FPP.
“Apa ini?” mengeryitkan alis. “Selamat datang di dunia ciptaan
F-P-P.”
So Hyun teringat FPP adalah naskah drama yang dibacanya tadi.
Ba..bagaimana bisa? Aku mencoba menyetuh tulisan yang
melayangdan ternyata tembus. Mencoba mengibas beberapa kali pun tulisan itu
tetap tidak bisa di hapus dan terus muncul dengan sendirinya.
Tulisan tersebut muncul lagi. Silakan mengikuti tutorial yang
ada di depan.
“Tu-tutorial?”
Early melihat tulisan itu muncul lagi. Menu akan muncul ketika anda
ingin melihat status.
“Status?”
Keluar layar berbentuk frame pada status. So Hyun berpikir isi
dalam layar statusnya ada nama, tingkatan, emas dan kekasih poin seperti game
romansa yang pernah dimainkan saat cuti dunia hiburan.
“Keren.”
So Hyun melihat tulisan itu muncul lagi setelah tulisan tadi
hilang. Di bagian ujung bawah kanan pada menu ada gambar troli untuk membeli barang
yang dibutuhkan. Barang bisa dibeli sesuai tingkatan yang sudah di capai.”
“Ujung bawah kanan pada menu ada gambar kantong.” mencari.
So Hyun mengikuti tutorial dan mencoba menekan gambar troli.
Tiba-tiba muncul deretan barang dilayar.
“Barang apa ini? Tidak jelas.”
Mencoba menekan barang tingkat 2. “Barang tingkat 2 terkunci”.
“Terkunci, ya.”
Terdapat gambar kunci di dalam gambar barang tersebut. Barang
akan terbuka sesuai tingkatan.
“Oh, iya ada tingkatannya.” menyentuh ujung dagu.
So Hyun melihat statusnya kembali untuk melihat tingkatnya.
“Level 0.”
Kim So Hyun berpikir.
“Tentu saja 0, belum juga main.” menghela napas.
Tingkatan , emas dan hadiah didapat dari misi yang dijalankan,
baik misi harian maupun misi tersembunyi.
“Hmm, tentu saja ada misi.”
Selama menyelesaikan semua cerita dan misi, maka akan diberikan
satu permohonan untuk keberhasilan yang dicapai.
“Permohonan?”
Sebuah
layar kotak berbentuk obrolan gelembung.
Apakah Anda akan memainkan peran Early Crystally Frozen? Iya/Tidak
“Sepertinya Aku kebanyakan menghafal naskah sampai terbawa
mimpi.”
Melihat sekelilingnya hanya tampak ruangan serba putih tanpa ujung.
“Baiklah, tidurnya cukup sampai di sini dulu.”
Aku mencoba untuk terbangun dari mimpinya.
Sepuluh menit berlalu tanpa menghasilkan apapun.
Apa
Aku mainkan saja ya? Sudah lama tidak bermain apalagi ini sepertinya permainan maya.
Baiklah, ayo mainkan game ini sampai terbangun dari mimpi aneh ini. Aku memilih
iya pada layar tersebut.
Layar muncul
lalu menampilkan tubuh karakter yang sama dengan Kim So Hyun dan dua setelan baju
untuk di pakai.
“Wah, ada
bajunya juga.”
Pakaian
pertama bergaya kasual santai dengan baju kaos besar warna hitam dan celana jins
pendek dengan sedikit robekan berwarna biru ke abu-abuan.
Pakaian
kedua baju kaos polos dan celana longgar.
Setelah
melihat kedua setelan selama beberapa menit. Dia memilih setelan kedua. Setelan
tersebut langsung menempel pada tubuhnya.
Sistem mensinkronisasikan
data pemain. Di bawahnya terlihat persenan seperti proses data dari nol persen sampai
seratus persen.
Apa mimpi
juga bisa mengantuk? Mungkin aku akan bangun dari mimpiku.
“Selamat
datang di dunia FPP.”
Komentar
Posting Komentar